exile_kid: (Default)
[personal profile] exile_kid
Title: Ichiban no Takaramono (Angel Beats!)
Who: Lucan, Klein, Luise, a little of Eclair and Citie.
What: Spoiler future plot from the respective mun with my own twist.

"Kau bercanda, Lucan."

"Aku tidak pernah bercanda."

Klein berusaha menelan semua pernyataan Lucan barusan. Kata-kata dari mulut Lucan masih beterbangan di sekitar kepala Klein, membantunya mencerna. "Kau sudah tahu apa yang dilakukan Odzwielg selama ini."

"Odzwielg dan keluargaku, ya." Suara Lucan tenang, jauh lebih tenang dari biasanya, tetapi matanya tidak berhenti menghindari tatapan Klein. Mencegah Klein mencari celah masuk ke dalam pertahanannya. 

"Kalau begitu untuk apa Lucan kembali ke Odzwielg?!" tanya Luise, suaranya tercekat. "Kau... Kau tahu apa yang mereka lakukan kepada Hanstveit! Kepada banyak orang lainnya!"

"Sebagai penduduk Odzwielg, kau tahu kan kalau mereka melakukan ini untuk bertahan hidup?" Lucan memandang Luise. "Seekor singa akan membunuh kawanan kijang untuk menghidupi anak-anaknya. Apa yang salah dari ini?"

"Bertahan hidup dari kesengsaraan orang lain? Lucan, yang Odzwielg lakukan bukan lagi untuk bertahan hidup. Mereka lebih mirip hewan yang membabi buta."

"Hewan pun tidak akan membabi buta kalau tidak ada penyebabnya. Tidakkah kau lihat penderitaan orang-orang Odzwielg? Hidup bertahun-tahun di bawah musim dingin, tanpa pangan yang memadai. Kau yang selama ini hidup dalam kenyamanan keluarga Lovelace tidak akan mengerti---"

"Jangan bicara seolah kau sendiri mengerti."

Untuk pertama kalinya, Lucan dan Klein mendengar kegusaran dari Luise. Bibir Luise bergetar saat dia berbicara.

"Kau sendiri dari keluarga Rothstein! Hanya karena kau-- hanya karena kau terbuang, bukan berarti kau telah merasakan penderitaan mereka!" 

Lucan biasanya akan mengamuk pada satu kata itu, tetapi kalimat Luise yang tepat sasaran sudah keburu meremuk redam amarahnya.  

"Kau tidak melakukan ini demi Odzwielg, Lucan." Klein melangkah maju, berusaha menangkap tatapan mata Lucan. "Apakah para Pris Gladami memaksamu lagi? Seperti En waktu itu?"

Benar, dia tidak melakukan ini demi kejayaan Odzwielg.

Lucan menarik nafas. "Mereka tidak memaksaku."

Benar, dia memang tidak merasakan penderitaan orang-orang Odzwielg, yang hidup tanpa musim semi.

"Lalu kenapa...?"

"Karena kalian," kata Lucan.

Klein dan Luise bertukar pandang keheranan. "Apa yang kami...?"

"Bukan hanya kalian. Juga si Eclair. Citie. Dan yang lain," kata Lucan.

"Aku tidak mengerti," kata Klein.

"Tidak perlu mengerti. Sekarang biarkan aku pergi." Lucan berjalan melewati Klein dan Luise, meninggalkan keduanya terpaku dalam ruang dan waktu.

***

Lucan tidak mengerti rasa lapar dan dingin yang membuatnya putus asa.

Dia tidak mengerti penderitaan selain rasa terbuang.

Dia tidak mengerti rasa putus asa dan marah membara seperti Odzwielg.

Namun dia mengerti kasih, yang lebih hangat daripada teh merah, yang dituangkan oleh teman-temannya. Rasa itu hanya ada sebentar; seperti rasa senang setelah mengikuti festival, tetapi ada. Ada. Dia ingin menghargainya sepanjang waktu, meski dengan caranya sendiri.




Title: Innocent Blue (Star Driver)
Who: Anju Tominaga


Musim semi itu hangat dan lembut. Tidak dingin. Penuh warna. Berjalan di dalam musim semi membuatmu terbuai dalam kenyamanan yang ceria. Seperti Tuan Eclair dan Nona Citie.

Musim panas itu terik. Menyengat. Hitam dan putih begitu terpisah. Seringkali cahaya tidak masuk sampai bagian terdalam gedung. Memanggil-manggil yang di dalam untuk bermain di luar. Seperti Kak Ma-Ri dan Xing Long. 

Musim gugur mulai sejuk. Waktunya menikmati makanan enak dan buku bagus. Daun-daun mulai berguguran, menari ditiup angin. Warna merah mulai menari-nari di udara dengan cantik. Seperti Nona Felicia dan Nona Luise.

Musim dingin menusuk kulit.  Orang-orang lebih memilih untuk diam di rumah. Di balik udara yang dingin, ada matahari yang bersinar remang nan lembut. Seperti Tuan Klein dan Tuan Lucan.




Profile

exile_kid: (Default)
Saint Dork

Expand Cut Tags

No cut tags