exile_kid: (I won't let you look away from me)
[personal profile] exile_kid

Title: Mugunghwa, Pt 1
Series: Lunel Chronica
Characters/Pairing: Mostly about Ma Ri, a little Ma Ri/Anju in the next part, and planning to add my future NPC.
Disclaimer: Lunel Chronica dan universenya bukan punya saya, tapi Ma Ri adalah karakter aye!!

----

Kalian tahu cerita-cerita di mana sang wanita menikah dengan pujaan hati dan hidup bahagia selama-lamanya?

Mungkin dulu ayah dan ibuku juga berpikiran sama. Mereka kabur dari desa ke Qingzhouza tanpa persetujuan kedua orangtua mereka. Tinggal di ibukota dengan kehidupan baru. Tidak akan ada yang tahu masa lalu mereka sebagai anak petani. Dari apa yang kudengar mereka muncul sebagai pasangan muda biasa -- canggung, tanpa arah, tapi bahagia. Hidup seadanya di kontrakan kecil tidak mempengaruhi mereka.

Sampai aku lahir.

Mungkin itu adalah naluri seorang ibu. Hewan pun tidak akan mempunyai anak saat lingkungannya tidak bisa memberi sumber daya yang cukup. Tidak salah kalau seorang ibu dari bayi lima bulan berkata, "Sayang, tidakkah kau sebaiknya mencari pekerjaan dengan bayaran yang lebih baik?"

Ayah, dengan tubuh petani yang kuat tapi tanpa pendidikan tinggi hanya mampu jadi seorang pasukan penjaga kota. Bayarannya lebih baik dibandingkan hanya menjadi kuli pasar. Sebagai pasukan tingkat rendah tidak ada resiko berarti, hanya pencuri cilik, maling, dan preman pasar yang menjadi keseharian ayah.

"Jangan khawatir. Pasti akan cukup."

Bayi lima bulan tentu saja berbeda dengan dua orang mantan petani bertubuh kuat. Seorang ibu menyusui yang hanya makan samgak kimbap dan nikujaga tidak bisa memberi air susu yang baik. Musim dingin adalah perang. Musim panen cukup melegakan karena harga makanan menurun. Keadaan tidak akan membunuhku yang masih bayi, tetapi Ibu tahu kami tidak bisa terus begini.

Berulangkali Ibu meminta ijin pada ayah agar diijinkan memiliki pekerjaan sampingan seperti Bibi Saya tetangga kami, tetapi harga diri Ayah melarang Ibu. Harga diri yang juga telah membawa mereka ke Qingzhouza. "Tidak baik meninggalkan anak perempuan sendirian. Jangan khawatir, pasti akan cukup."

Bahkan Ibu berpikir untuk kembali ke desa. Biarlah dia malu dan dicacimaki keluarganya, yang penting aku bisa tumbuh dengan baik -- begitu pikirnya.

Saat aku semakin sadar akan keadaan di sekelilingku, Ibu sudah kehabisan kesabaran.

Pada beberapa kesempatan dia akan pergi meninggalkanku di rumah dan kembali membawa sejumlah uang. Bukan jumlah yang besar, tetapi setidaknya cukup untuk lebih sering membeli daging dan kain untuk bahan baju baru dan biaya kontrakan. Ayah tidak pernah bertanya dari mana uangnya -- atau mungkin dia tidak pernah menyadarinya. Mungkin Ayah tahu tetapi menyangkalnya.

Kebisuan Ayah ternyata menjadi beban bagi nurani Ibu.

Aku masih berusia 8 tahun saat bertanya pada ibu, "Ibu, aku punya nenek dan kakek, tidak?"

Ibu diam meneruskan jahitan baju -- tangannya mendadak bergerak kaku -- selama beberapa saat. "Iya, Ma Ri punya kakek dan nenek, kok."

"Aku mau ketemu mereka!" kataku antusias. "Yang lain selalu bercerta tentang kakek dan nenek mereka. Aku juga mau punya cerita tentang kakek dan nenek!"

Ibu meletakkan kain di meja. Bagi Ibu mungkin ini kesempatan untuk kembali ke desa. "Ma Ri... Maukah kamu pergi dengan ibu?"

Aku masih terlalu kecil untuk menangkap kalimat dengan makna terselubung itu. "Tentu saja aku akan pergi dengan ibu dan ayah! Aku kan masih belum bisa bepergian sendiri!"

"Bukan, maksud ibu, pergi dari Qingzhouza selamanya. Tanpa ayah."

Aku tidak ingat apa jawabanku. Yang jelas jawabanku membuat Ibu pergi dari rumah dua hari kemudian. Dia tidak pernah kembali sejak saat itu.

------
 
Writer's note: (taken from koreanway.wordpress) In Korean, mugunghwa means “immortal flower.” The flower’s tenaciousness, seen it’s ability to survive even insect attacks, makes it an appropriate symbol for country that has fought throughout history for it’s very existence. Despite wars and occupation, the Korean culture and people have persevered and endured.

Profile

exile_kid: (Default)
Saint Dork

Expand Cut Tags

No cut tags