exile_kid: (Default)
2016-11-05 09:59 am
Entry tags:

Owari no Valkyria/Senjou no Gensui

Sakupyon: Faldio/Ferid
OnoD: Amleth/Norito

Shimamura Yuu: Mito/Brigitte
Yuukyan: Kurt/Guren
Aya Endo: Riela/Mahiru
Ayako Kawasumi: Audrey/Aoi
Irino Miyu: Zig/Yuu
Hiroyuki Hoshino: Avan/Seiishiro
Hayamin: Ophelia/Shinoa
Kaji Yuki: Basil/Shahal



Nakamura Yuuichi: Flik/Kurt
Kamiya Hiroshi: Tsumuji hero/Zeri
OnoD: Camus/Amleth
Kaji Yuki: Jowy/Basil
Jun Fukuyama: Luc/Maximillian
Suzumura Kenichi: McDohl/Maxim
Okiayu Ryoutarou: Jale/Hubert
Ginga Banjou: Barbarossa/Gilbert
Nojima Kenji: Mubal/Kreis
Sakurai Takahiro: Zavid/Faldio

Sayaka Ohara: Leknaat/Selvaria
Noto Mamiko: Apple/Cordelia
Inoue Marina: Myura/Alicia
Kuwashima Houko: Ryuseri/Isara
Sakamoto Maaya: Marica/Brunhild
Atsuko Tanaka: Anabelle/Eleanor
Sawashiro Miyuki: Makia Zaphire/Violette
Hisakawa Aya: Roshele(ロシェル)/Lydia
Saitou Yuka: Furidhica/Lotte
Ai Sasaki: Carisa/ Lishthir (リスティル)
exile_kid: (I won't let you look away from me)
2016-11-05 09:23 am

[notes] Valkyria Azure seiyuu casts

 Amleth Glenkaer: Daisuke Ono
Suleyman Kahlenberg: Kamiya Hiroshi
Basil Sabanci: Kaji Yuki
Fleet Eriksen: Sakurai Takahiro
Violette Szand: Sawashiro Miyuki

Ophelia A. Jutland: Hayami Saori
Blum Thomason: Shimazaki Nobunaga
Helena Andersen: Fujii Yukiyo
Brigitte Ulrich: Shimamura Yuu
Jordur Kvist: Kazuya Nakai
Isaac Berggreen : Hiroki Takahashi
Daryl Rommedahl: Unshou Ishizuka
Sara Benner: Minami Tsuda
Tilda Gade: Yuka Komatsu
Miranda Vilfort: Ayumi Fujimura
Godot Vilfort: Morikawa Toshiyuki 



CLAUDIUS POULOVICH KIEV: Tsutomu Isobe
Brunhild: Sakamoto Maaya
Maxim: Suzumura Kenichi
exile_kid: (Default)
2015-12-25 09:45 pm

[FIC] [Lunel Chronica] Drabbles pt. 2

Can I Stay The Night?

Who: Eclair+Lucan
What: Twitter writing challenge, "Can I Stay The Night?"

Lucan muncul di ambang pintu kamar Eclair sambil memeluk bantal, rambutnya menandakan dia baru bangun tidur. Yang membuat Eclair menaikkan alis adalah mata Lucan yang merah dan sembab.
 
“Ada apa, Lucan?” tanya Eclair, memberikan senyumnya yang biasa.
 
Jari-jari Lucan bergerak gelisah, matanya tidak membalas tatapan Eclair. Dia melihat ke sekeliling kamar Eclair yang hanya diterangi lampu meja di sebelah tempat tidur Eclair. “...boleh aku tidur di sini malam ini?” tanya Lucan parau, diikuti suara tersedu.
 
Ah, dia mimpi buruk lagi. Eclair tidak menyuarakan kesimpulannya, tahu kalau Lucan pasti langsung bertindak defensif dan pergi. Dia menutup buku yang sedang dibaca dan menaruhnya di atas paha. Eclair bergeser ke pinggir tempat tidur, menyisakan sedikit ruang untuk Lucan. Dia menepuk pelan ruang kosong di kasurnya sebagai ajakan masuk. “Maaf kalau agak sempit.”
 
Lucan hanya menggumamkan “hmm” saat menghampiri Eclair. Dia duduk memunggungi Eclair selama beberapa lama sebelum berbaring miring. Eclair menatap punggung Lucan, yang tampak lembab karena keringat, sebelum kembali meneruskan membaca buku.
 
“...maaf,” kata Lucan lirih.
“Tak mengapa. Lucan tidur saja,” kata Eclair pelan sambil menyisiri rambut Lucan dengan jari-jarinya. Eclair merasakan Lucan tersentak kecil saat tangannya menyentuh Lucan, tapi Lucan tetap diam dan membiarkan Eclair mengusap kepalanya.
 
Eclair tersenyum kecil saat dia mendengar irama nafas Lucan terdengar lebih tenang, menandakan si pemuda Odzwielg sudah kembali tertidur.
 
 


Melophia Underground
Who: Peter, Eclair, Ayam, Luise, Klein
What: Twitter challenge, Peter+Eclair, ""Together, we can do anything"

Bulu putih Ayam dan rambut pucat Luise bergemerisik setiap kali pipa-pipa saluran pembuangan di sekeliling mereka meniupkan uap putih pekat. Diikuti Klein dan Eclair dari belakang, mereka berjalan dengan waspada, mencari target mereka di antara puluhan mesin industri yang kusam. Klein berulang kali membetulkan posisi syalnya, melindungi diri dari bau-bau kimia sintesis yang memenuhi pabrik bawah tanah itu.
 
 
“Detektif,” Luise memanggil si unggas di dalam pelukannya, matanya menatap berkeliling, “mungkin dia sudah kabu--” 
 
“Kweeeek!” Ayam berteriak saat ada sesosok putih berkelebatan. Sayap Ayam berkelepak kencang, menunjuk ke arah sosok itu. Kawanan manusianya mengangguk dan langsung berlari. Buruan mereka bergerak lincah, berpindah dari balik satu mesin besar ke balik mesin lainnya. 
 
“Tidak bisakah kalian berhenti mengejarku? Sudah beberapa bulan ini aku harus terus berpindah tempat, capek banget,” Peter Sommers berteriak kepada Ayam dan kawanannya sambil berlari.
 
“Makanya berhenti lari, dong!” Luise balas berteriak, nafasnya terengah-engah.
 
Pengejaran mereka berhenti di sebuah ruangan besar. Cahaya matahari masuk dari jendela di langit-langit yang kacanya kekuningan, menyinari lantai semen dan bertumpuk-tumpuk kotak kayu yang berserakan. 
 
“Kwek! Kwek kwek kwek!” Ayam melompat turun dari tangan Luise, berjalan menghampiri Peter. “Kweeek kwek wek!”
 
Semuanya berhenti di sini, Peter Sommers,” Klein ikut maju, menerjemahkan perkataan Ayam untuk Peter yang dahinya sudah mengernyit bingung. 
 
Peter tersenyum kecil. “Untuk seekor bebe-- ay-- bebek dan dua anak kecil, kalian hebat juga, bisa melacak usaha Sampo Kuda oplosanku sampai sejauh ini.”
 
“Kwek kwek kweeek!”
 
“ ‘Beraninya kamu membawa Arlen ke dalam dunia ini’,” kata Klein.
 
Peter menatap kelompok di depannya, lalu meledak tertawa. 
 
“A-apa yang lucu?” Luise memandang Peter dengan waspada.
 
“ ‘Membawa’... Ah, kalian polos banget,” Peter berkata di tengah-tengah tawanya.
 
“Kwek?”
 
Peter duduk di salah satu kotak kayu, mengambil nafas sebeleum melanjutkan, “Yang ada Arlen yang membawa kami ke dalam usaha ini.” Dia menyeringai melihat kekagetan di wajah Klein dan Luise. “Iya. Semuanya ini ide Arlen. Kami sih hanya ikutan saja.”
 
Suara ‘ceklik’ terdengar. Eclair sudah mengacungkan revolvernya ke arah Peter. 
 
“Sudah cukup sampai situ.” Suara Eclair pelan, dengan bibit amarah yang tidak pernah teman-temannya dengar sebelum ini. 
 
“Tidak, aku mau dengar lebih lanjut. Siapa ‘kami’ yang kau maksu-” Klein maju menghampiri Peter.
 
Suara letusan senjata menusuk telinga Ayam dan Luise, diikuti Klein yang jatuh terjerembab ke lantai keras. Luise butuh beberapa detik untuk mengolah pemandangan di depannya sebelum dia menjerit. Dia berlari dan berlutut di samping Klein, tangannya bergerak panik berusaha menahan kucuran darah di punggung Klein.
 
Eclair menurunkan revolver, meniup asap putih yang keluar dari ujung laras. “Jangan bicara lebih dari yang diperlukan, Peter. Aku sudah cukup repot menutup jejak kerjaanmu setelah Arlen tewas,” suara dingin Eclair memperingatkan, “aku membawa mereka kemari hanya untuk dibereskan.”
 
“Makanya aku menyarankan dirimu pada Arlen. Kamu lebih pintar soal begini.” Peter mengedikkan kepala santai kepada Luise, yang menahan darah mengucur dari punggung Klein dengn tangannya. “Kalau bersama, kita bisa melakukan apapun.”
 
Ayam bergantian memandang Klein dan Eclair, marah sekaligus panik, sayapnya berkelepak kencang. “Kwek! Kwek kwek?!”
 
Eclair menghela nafas. “Maaf, ya, Ayam. Tadinya aku mau langsung membereskan kalian, tapi aku perlu bernegosiasi dengan keluarga Lovelace dulu,” Eclair menjelaskan dengan enteng sambil mengisi peluru.  “Aku tidak mau kehilangan sponsor karena membunuh calon penerus keluarga mereka. Tapi ya sudahlah, kami juga punya banyak sponsor lain.”
 
Eclair mengarahkan senjatanya ke Ayam. Bulu-bulu Ayam bergidik melihat senyum yang tidak mencapai mata  itu. “Kalau mau marah, marahlah kepada Arlen di dunia sana.”





Deadline, Deadline

Who: Anju+Ma Ri
What: Twitter writing challenge, "What would I do without you?"

Orang pertama yang Anju temui saat berjalan menuju ruang kerja Ma-Ri adalah Eclair. Saat Anju memberitahu si pemuda berkacamata kalau dia hendak mengunjungi Ma-Ri, Eclair tampak canggung. “Sepertinya Ma-Ri sedang tidak bisa menerima tamu... Ah, tapi kalau Anju, mungkin tidak masalah,” kata Eclair.
 
Anju memiringkan kepala bingung. “Eh? Memangnya kenapa dengan Kak Ma-Ri?”
 
“Ehm... Sebaiknya Anju lihat sendiri, deh,” Eclair tertawa kecil, menepuk pundak Anju. Anju, masih bingung dengan jawaban Eclair, pergi meninggalkan Eclair setelah mengucapkan permisi. 
 
Saat berdiri di depan pintu ruang kerja Ma-Ri, Anju kembali teringat kata-kata Eclair. Dengan takut Anju mengetuk pintu dengan pelan.

Tidak ada jawaban.

Anju mengetuk lagi, kini lebih keras.

Dia melompat mundur, kaget, saat mendengar Ma-Ri berteriak dari dalam.
 
“Ahhhh! Siapa sih, sudah kubilang aku lagi sibuk!” Terdengar suara langkah kaki menghentak keras, terdengar makin jelas mendekati pintu. Anju nyaris menjatuhkan bungkusan di tangannya saat pintu dibuka kasar, wajah kusut dan galak Ma-Ri menyambutnya. 
 
“Kembali besok saj-- Lho, Anju.” Suara serak Ma-Ri mendadak melembut begitu melihat wajah Anju.
 
Anju, tidak tahu harus merespon apa, mengangkat pelan bungkusan di tangannya ke Ma-Ri. “Kue...”
 
“Oh... Thanks.” Ma-Ri tersenyum -- senyum yang jelas-jelas dipaksa. Otot pipinya yang kaku membuat Mari lebih mirip sedang meringis.
 
“Kak Ma-Ri sedang sibuk?” Anju berjinjit, berusaha mengintip melewati pundak Ma-Ri ke dalam ruangan. Ma-Ri buru-buru menghadang Anju.
 
“I-i-iyyyaaaaa! Begitulaaah,” kata Ma-Ri panik. “Makasih kuenya! Anju sekarang pergi saja---”
 
“Kapan terakhir kali Kak Ma-Ri keluar?” Anju menatap Ma-Ri dengan curiga.
 
“Uhm...”
 
“Sekarang hari apa, coba?”
 
Muka Ma-Ri berkerut, berpikir keras selama beberapa detik sebelum dia mendesah panjang. Anju melotot, mendorong Ma-Ri masuk ke dalam untuk melihat apa yang terjadi di dalam.
 
Tumpukan kertas di mana-mana. Sebagian besar buku-buku di lemari sudah berpindah ke lantai. Anju melihat beberapa gelas berisi ampas kopi yang sudah mengeras di dasarnya tersebar di berbagai permukaan, dan tong sampah di pojok ruangan penuh dengan bungkusan roti berbagai rasa. Di meja sendiri ada sepotong roti isi kacang merah yang baru dimakan setengah.
 
“Kak Ma-Ri!” Anju setengah menjerit.
 
Ma-Ri refleks ikut berteriak. “Ya?!” 
 
“Ini sama sekali tidak sehat!” Anju buru-buru memindahkan gelas-gelas kotor ke meja, berjalan melewati kertas-kertas. “Buka gordennya!”
 
Ma-Ri menggerutu. “Kalau dibuka jadi terlalu terang, aku tidak bisa tidur...”
 
“Memang Kak Ma-Ri sudah pernah tidur selama beberapa hari ini?” Anju mengambil tali tasuki dari dalam tas kecilnya untuk menggulung lengan kimononya. Dengan mulut menggigit tali tasuki, Anju mengangguk ke arah jendela, memerintahkan Ma-Ri untuk membuka gorden. 
 
Ma-Ri melemparkan kepalanya ke belakang saat sinar matahari menerpa wajahnya, matanya tertutup rapat. “Uh, terang banget.”
 
“Ini sudah jam lima sore,” kata Anju, suaranya tajam kehilangan kelembutan yang biasa. Dia berjongkok, tangannya mulai bekerja pada lembaran kertas yang tersebar tanpa arah di lantai. “Kita rapikan dulu kertas-kertas ini sebelum Kak Ma-Ri pergi mandi.”
 
“Eh, jangan diacak-acak...” Ma-Ri hendak menghentikan Anju, tapi tangannya langsung ditepis oleh Anju.
 
“Rapikan dulu supaya lebih gampang dikerjakan. Dan tidak boleh minum kopi lagi!” Anju menambahkan saat tangan Ma-Ri meraih kaleng bubuk kopi instan.
 
Butuh waktu dua jam untuk menyusun kertas-kertas ke dalam tumpukan yang lebih enak dilihat -- tingginya dua kali ukuran Ayam. Butuh waktu lebih lama untuk memeriksa laporan karangan Ma-Ri, tapi dengan bantuan Anju pekerjaan Ma-Ri kini terasa lebih ringan.
 
***
 
“Nah, yang ini hanya perlu dirapikan paragrafnya...” Anju bergumam sambil mengigit kue donat goreng yang dibawanya barusan. Dia menaruh kertasnya ke dalam salah satu tumpukan.
 
Senyum Ma-Ri mulai tampak lebih natural, sekarang mood-nya mulai membaik karena pekerjaannya berjalan lebih lancar. Tumpukan pekerjaan yang belum selesai makin memendek. “Yeee, sedikit lagi! Mungkin bisa selesai jam tiga pagi...”
 
Anju mendelik. “Tidak boleh begadang,” katanya singkat.
 
“Eehhh?! Tapi tinggal sedikit lagi!” Ma-Ri rebah ke atas meja. 
 
“Ayo mandi sekarang, nanti Kak Ma-Ri ketiduran.” Anju mendorong pundak Ma-Ri.
 
“Malas gerak...” Ma-Ri bangun ogah-ogahan.
 
“Mandiiii!” Anju mendorong Ma-Ri lebih kencang, sampai akhirnya Ma-Ri bangkit berdiri dengan lunglai. 
 
“Oke, okeeeee.” Ma-Ri membentangkan lengannya lebar-lebar, ngulet dengan nikmat. “Ah, bisa apa aku tanpa kamu, ya.”
 
Anju menengadah ke Ma-Ri. “Apa?”
 
“Bukan apa-apa. Sudah ya, aku mandi dulu. ” Ma-Ri nyengir, meninggalkan Anju yang penasaran untuk pergi ke kamar pemandian umum.




These Aren't Hickeys!

Who: Lucan+Eclair
What: From LC Awards most wanted scene, "adegan ambigu Eclair dan Lucan"

“Sakit, Lucan?” Éclair bertanya lembut. Dia tanpa sadar tersenyum, ingin membuat Lucan merasa lebih baik, meski si penyihir es itu tidak bisa melihat ekspresi Eclair dengan posisi punggung menghadap Eclair. 
 
“Y-Ya iyalah,” kata Lucan ketus. Suaranya masih serak karena dari tadi mengaduh kesakitan.
 
Éclair tertawa kecil. Dia menjauhnya tangannya dari punggung Lucan. “Kalau baru pertama kali memang sakit, sih. Apa kamu mau berhenti saja di sini?”
 
Lucan sudah hendak mengangguk. Namun begitu merasakan kehangatan di bagian tubuh bawahnya mulai memudar, Lucan menggigit bibir bawahnya. “…kalau cuma sakit segini, sih, tidak masalah,” katanya gengsi. “Tapi karena ini pertama kalinya buatku, bisa lebih pelan sedikit?”
 
“Kucoba, ya. Aku sendiri susah menahan tenaga kalau sudah begini.” Éclair kembali mengoleskan cairan hangat ke tubuh Lucan. Gesekan pertama tidak terlalu sakit, tapi makin lama makin terasa sakit. Lucan menggenggam sarungnya erat-erat, menahan agar rasa sakit tidak terlontar dari bibirnya. 
 
“Éclair… tolong… lebih pelan… sedikit…”
 
Anju menghela nafas. “Tuan Lucan, kerokan ya memang harus kencang. Kalau terlalu pelan nanti lama merahnya.”
exile_kid: (Default)
2015-05-21 05:14 pm
Entry tags:

[Anihogwarts] Novelia Seaworth

Name : Novelia Seaworth
Visualisasi : Chise Hatori (Mahotsukai no Yome)
Gender : Female
Blood Status : Muggleborn
Race : Caucasoid
Place & Date of Birth : Brighton, England, 28 September 1976
Residence : Brighton, England
Physical Description : Rambut pendek berwarna kecoklatan dan mata berwarna abu-abu. Tubuhnya agak gemuk dengan tinggi 150 cm dan berat 53 kg, tetapi biasanya tidak terlalu terlihat karena biasanya pakai pakaian longgar.
Character's Background : Kedua orangtuanya adalah muggle; ibunya hanya ibu rumah tangga biasa dan ayahnya adalah karyawan swasta di perusahaan logistik. Anak yang cukup cerdas; nilai-nilainya di sekolah di atas rata-rata, tapi cenderung perfeksionis dan pesimis sehingga dia enggan mengambil resiko. Tidak terlalu antusias saat menerima surat dari Hogwarts karena sudah bercita-cita menjadi arkeolog.
exile_kid: (Default)
2014-09-09 09:51 am
Entry tags:

[Unnamed World RPM] [WiP] Weapon Class and Skill


Weapon Type ATK Range Signature User1 User2 User3
Staff MOffensive spells against infantry/non-armored, defensive spells SelenaEizelnCarin
Book SStatus effect infliction spells. Minkauser2user3
Glove/Ring SHealing & booster spells HenriettaVienna 
Cannon Lance MOffensive spells against armored enemies ValerieBlaiseuser3
Swords Stext ArthurAkaneD'eon
Dagger Stext ArisaNatsunouser3
Polearms MRow & column skills MachsMiyuuser3
Heavy Polearms MAnti-armory skills, self-booster spell CelloIrisuser3
Archery Ltext RyouShougo 
Firearm Ltext CliffNagissaCollin
Toy L  HeatherReginauser3
HtH Melee SDefense spells breaker skill ColtBellatrixuser3
Unique n/a  FateCanonuser3



Staff Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
Valiant Inflict low magic damage Single enemy text Neutral
Wildfire Inflict high magic damage All enemy text Fire
Air Arrow Inflict magic damage All enemy text Air
Spear Torrent Inflict medium magic damage All enemy text Water
Wind CanopyIncrease DEF+MDEFSingle allytextAir
Clay GuardianIncrease DEF+MDEFAll allytextEarth
textDeflect all skill for 1 turnSingle allytextNeutral



Book Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Glove/Ring Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext



Cannon Lance Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
Starlight Breaker Inflict medium magic damage. Enemy column text Neutral
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Sword Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
Thunder ThrustInflicts medium damageSingle enemytextThunder
Whirwind RollInflict medium damageSingle enemytextAir
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Dagger Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
Snitch Quick attack at enemy to steal random item. Single enemy text Neutral
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Polearm Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Heavy Polearm Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
Titan's Drop text Single enemy text Neutral
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Archery Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
text text text text text
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext

Firearm Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext


Hand-to-Hand Skill
Skill Name Effect Target MP needed Element
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext
texttexttexttexttext



icon resources: http://usui.moo.jp
exile_kid: (Fluffyboy)
2014-09-08 09:28 pm
Entry tags:

[Unnamed World] [WiP] Interdimensional Bureau (IDB)

Introduction

IDB was initially established as inter-dimensional organization between 20 Worlds, both old and new. Previously, another form of council was created to maintain harmony between 5 of New Worlds. However, this organization failed to prevent the Great Battle of Dawn of Century 300 years ago between Midheimr and Ostia. Following the battle IDB was created, adding more representative from other New Worlds and Old Worlds.


Peacekeeper and Security

IDB currently serves as peacekeeper between worlds. Unlike 46th World's United Nation (UN), IDB has its own military body. The soldiers are picked from various Military Academy across the worlds, such as Magia Military Academy at Midheimr and Royal Academy of Magic at Ostia. The prerequisites of becoming IDB Peacekeepers is generally strict, taking magia potential, academic achievement, and background check into consideration. However in special cases civilians, esp. the ones with rare ability, can be recruited and trained under strict supervision.


Economic Development and Humanitarian Assistance

IDB has created numerous agencies to fulfill their objective to achieve inter-dimensional harmony, based on social, economic, and cultural aspects. 

For example, there is Inter-Dimensional Body of Education and Science (IDBES), which prime directive is to promote education and science collaboration between worlds.

There is also Inter-Dimensional Industrial Development (IDID) which provides assistance and resources for industrial development in many Old Worlds. 

Expeditionary Force is a branch of IDB military body, tasked to provide security for humanitarian body in inter-dimensional mission.

Youth Scouting is a youth organization to help young people developing their magical and non-magical ability. Youths with significant capability are often recruited to support IDB back office and supporting tasks.

exile_kid: (Default)
2014-04-21 03:58 pm

[Characters Profile] Midheimr Civillian

 Aoi Sakuraba
D.O.B: ???, 1991 A.D
Yasuki Sakuraba's adopted sister. Midheimr National University early childhood education psychologist.

Airi Sakuraba
D.O.B: July 13th, 1987 A.D
Yasuki Sakuraba's twin sister. Singer and theater actress
CV: Nana Mizuki

Sam 
D.O.B
Daniel's uncle, have been taking care of Thompson siblings after their parents died in accident. Works as a truck driver.

Anya
D.O.B
Daniel's aunt, have been taking care of Thompson siblings after their parents died in accident. A local seamstress and baker.

Rachel Thompson
D.O.B
Daniel's oldest sister. Works in a bank.

Julietta Thompson
D.O.B
Daniel's 2nd older sister. College student, Midheimr literature major.

Willhelmina Nielsen
D.O.B
Geraldine's mother. Architecture. Former cosplayer.

Noor 
D.O.B
Adhitia's mother. Owning a local eatery.

Malika
D.O.B
Meidi's mother. Works in a trading company.

Adrian
D.O.B
Meidi's father. A police officer.

exile_kid: (I won't let you look away from me)
2014-04-21 03:13 pm
Entry tags:

Worlds and Nations and shits like that

Midheimr, also known as the first world. The land where magic and technology thrive. Its name comes from the biggest continent on the planet. Parliamentary republic.

Empire of Ostia, also known as the second world. The main continent lies from above equator to northward. Old Ostia refers to former capital region at southwest, crumbled from the interdimensional war against Midheimr. Formerly absolute monarchy, changed into parliamentary monarchy after the war.

108th World, divided into 3 main continent. Continent A is the smallest continent, made of city states in the west and a absolute monarch in the east. Known for its bountiful magi mineral source and spices. 

46th World, called Earth by its inhabitants. One of the biggest and most multicultural worlds. Magic and technology don't thrive as much as other world.

209th World, a small homeworld of Natalie. Only has one continent, the rest of the planet is made of archipelagos.
exile_kid: (Default)
2014-04-16 01:19 pm

Academic Institutions

Midheimr

Magia Military Academy
Location: Southeast Midheimr
IDB military academy in Midheimr. Comprising of 7 years of study, altho it isn't uncommon for student with special achievement to graduate earlier. The campus ground is divided into three regions: students lodging, classrooms buildings, and training ground.
known alumni: Arthur, Vienna, Cliff, Dmitri, Natalie, Aria, Miguel, George

Midheimr National Academy of Magic
Integrating 9 years education with intense magic training.
known alumni: Valerie, Collin

Polytechnic University
Well-known for its engineering and digital media courses.
known alumni: Yasuki, Al, Stephanie

St. Milda University
known alumnus: Aoi

?? Vocational High School
Public 4-year vocational high school. Courses include computer information technology, culinary arts, and allied health.
known alumnus: Celine

?? Middle School
known alumni: Regina, Meidi, Aditya, Geraldine, Daniel

?? Elementary School
known alumni: Yelena, Sigmund

?? Kindergarten 
known alumni: Alice

Ostia

Royal Academy of Magic
known alumnus: Carin


 
exile_kid: (Default)
2014-03-01 08:40 pm
Entry tags:

Indonesia Magi Force

Research & Development Division

Minka Kelly
D.O.B: ???, 1991 A.D
Class: Wizard
Rank: C+
Customized equipment: (book, storage type)
Origin: Jakarta
Activity: Civilian volunteer 46th World, Indonesia Region; magia artifact archaeologist
  • Ayahnya seorang arkeolog dan dosen, ibunya bekerja di departemen pendidikan. Karenanya Minka sangat akrab dengan dunia akademis dan suka belajar.
  • Selalu menempati ranking 2 di sekolah - jalan menuju posisi pertama selalu tersandung kemampuan olahraganya yang rendah.
  • Cukup populer di sekolah karena kemampuan akademis dan sifatnya yang supel.
CV: Aya Suzaki (Mako Mankanshoku - Kill La Kill, Tamako Kitashirakawa - Tamako Market)

Arts & Music Division
 chanting magi with music and art performance. Divided into Orchestra Squad, National Orchestra Squad, Folk Dance Squad, and Art Squad. 

Cassandra
D.O.B: November, 1991 A.D
Class: Wizard
Rank: C
Origin: Jakarta
Assignment: Pianist of Junior Orchestra Squad, Indonesia Magi Force
  • Teman masa kecil Selena. Kuliah di jurusan seni musik di sebuah universitas swasta.
  • Menyukai musik. Belajar main piano sejak kecil. Bercita-cita menjadi pemain piano profesional, tetapi sempat ragu karena menurutnya tidak memiliki prospek masa depan yang pasti.
  • Selama di 108th World, Cassandra bertugas sebagai trumpeter melakukan bugle call.
 
CV: Hayami Saori (Tsurumi Chiriko - AnoHana, Shiba Miyuki - Mahouka)

Mobile Squad

NAME
DOB:
Class: Knight 
Rank: AA
Customized equipment: 
Assignment: (former) Captain
Origin: West Papua


 NAME
DOB:
Class: Knight 
Rank: A
Customized equipment: 
Assignment: Captain
Origin: Aceh


 NAME
DOB:
Class: Wizard
Rank: B
Customized equipment: 
Assignment: Mechanic
Origin: West Java

 
 NAME
DOB:
Class: Wizard, Synthesizer 
Rank: AAA
Customized equipment: 
Assignment: 
Origin: Kalimantan
 
 NAME
DOB:
Class: Warrior Mage
Rank: 
Customized equipment: 
Assignment: 
Origin: East Java

 NAME
DOB:
Class: 
Rank: 
Customized equipment: 
Assignment: 
Origin: Bali
 



 
exile_kid: (Default)
2014-01-26 10:40 pm
Entry tags:

Dossier

Selena
* Map Battle special command: Vanguard
Unite Attack
AcesArthur, Eizeln
Sworn ProtectorCello
titleMinka



Personal Potential
Hates bugsWhen moving through grassy terrain, DEF may be lowered"N-no! Get it away from me!"
Calm HeartUnshaken even when HP is low, managing to increase her DEF"It's okay, we're doing well!"
Forgotten PastFragments of memory are interrupting her concentration, causing mana points to fall[quote]
VengefulThoughts of Cello's death fuels her with anger, lowering her ACC. Replaces Forgotten Past.[QUOTE]
Chief StarDetermination to survive the war with her friends strengthen her resolve, raising all parameters. Replaces Vengeful"Everyone! Let's survive together!"


Cello
Unite Attack
Sworn ProtectorSelena
MagiguardsBellatrix, Colt
titlecharacters


* Potential
Uncertain FutureThe fear of being abandoned halting his movement, decreasing SPD[quote]
Shield of ShieldCommitment to protect Selena gives him strength, increasing ATK. Replaces Uncertain Future[quote]
Suspicion[Stat][Quote]
Likes ArthurBeing with Arthur makes him happy, increasing DEF. Replaces Suspicion.[quote]


Arthur


* Map Battle special command:

* Unite Attack:
AcesEizeln, Selena
titlecharacters
titlecharacters

* Potential
Shy[STAT]"..What? I-I'm fine alone."
AgileWhen taking attack, SPD may be increased[Quote]
[Potential][Stat][Quote]
[Potential][Stat][Quote]
[Potential][Stat][Quote]

Eizeln
* Map Battle special command: Summon

* Unite Attack:
AcesArthur, Selena
Sworn ProtectorColt
Ostian PrideCarin

* Potential:
Child of NaturePaved area feels cold and unnatural, causing discomfort and decreasing DEF"It just doesn't feel right..."
Hot-bloodedSTAT"Arrgh! I will show you what I'm capable of!"
Ostian PrideBeing around fellow Ostians raises his parameters."We won't lose!"
Loves SpicySpicy foods give him energy, increasing MATK."Yes, it tastes better like this."
[Potential][Stat][Quote]

Minka

* Unite Attack:
Trois PetiteValerie, Vienna
titlecharacters
titlecharacters

*Potential:
StubbornPushing herself to always to her best increase her MATK"Grrr! There must be a way!"
UnfitNaturally weak at physical activity, lowering her DEF."Uhh... Tired..."
[Potential][Stat][Quote]
[Potential][Stat][Quote]


Henrietta


* Unite Attack:
titlecharacters
titlecharacters
titlecharacters


* Potential:
Sweet ToothSweet foods give her energy, increasing MDEF[Quote]
Maternal[Stat][Quote]
Sea sceneryMoving through watery terrain makes her feel melancholic, lowering concentration and mana point.[Quote]
[Potential][Stat][Quote]


Akane

* Unite Attack:
titleIris
titleMachs
titlecharacters

*Potential:
TeacherWanting to give best example to her juniors raises her parameters.[Quote]
Maternal[Stat][Quote]
[Potential][Stat][Quote]
[Potential][Stat][Quote]
exile_kid: (Starting the day!)
2013-07-08 08:40 am
Entry tags:

Temporary notes

Shit status effects:

Status parameter: ATK | MATK | DEF | MDEF | SPD | ACC


Poison: decrease HP
Bleeding: decrease HP
Seep: decrease MP
Bugged? Jammed?: cannot use magic (equipment damaged)
Inflammation: decrease HP, fire attack
Frost: decrease HP, water attack
Stun: unable to move, electric attack
Bound: unable to move, earth attack
Doze: lower DEF, air attack
Stiff: lower SPD
Confuse: lower MATK



NPC

Party arranger: Cassy
Free mission: Seda
Equipment Upgrade: Stephanie
Magic Skill Equipper: Al
Scroll Converter? Magic skill upgrade? : Yasu
Drill Instructor: Akane
Supply store: Radha
Cafe:
Garden:
Library:
Armory + Acc:
exile_kid: (Default)
2013-02-27 05:37 pm

[FIC] [Lunel Chronica] Drabbles... sorta.

Summer Sunshine
Who: Ophelia and Zav
Disclaimer: characters are Mike's and Vai's.





If Only I Had...
Who: Arlen/Ayam




Puella Magi Citie Magica
What: Parody of MadoMagi.
Who: Lucan/Citie.




Learning by Reading


Who: Arlen, Val, dan Peter
What: Val menggalau karena Arlen. Peter lalu datang dengan Shonen MAGZ. Ini juga snap preview buat chapter LC Novelization mendatang.

Read more... )

[Untitled]
Who: Klein, Luise, dan Fester
What: LC Award 'Scene You Want To See', [orang-orang Odzwielg menikmati musim semi pertama setelah sekian lama].

Read more... )


[Waffle Emergency]
Who: Eindride, Adry
What: Waffle emergency!

Read more... )

Two Lights
Who: Anju, Ma Ri, Ein, Lucan
What: LC Awards Scene You Want to See, [Anju memberanikan diri untuk terjun ke medan pertempuran untuk menolong Ma-Ri]
Note: Title is inspired by my favorite Five For Fighting's song

Darah selalu membuat Anju merasa bersalah. )

exile_kid: (Default)
2013-01-31 01:04 pm

see tags first

I'm not against making characters before plot or premise. I've done that many times.

But then some people are only concerned with making character template. Nice design, interesting biography, grand personality... But completely forget why or how the character are like that. Sometimes people only make a character because of something they see in anime/games/TV Tropes. Not necessarily bad if you can write something unique and interesting later, tho.

This can work well in RPs where there is no absolute plot, because mods cannot predict characters's movement precisely. If they insist on a predetermined plot, some characters could drop out or be left behind because they have little chance to participate. But even a free RP have basic premise or story in mind.

If in writing fiction/story/whatever, this could end bad.

True, in any story you have ever come across, you will always remember the characters first. But loveable characters are loved because they do something, not because they are bunch of traits and handsome body parts. I know some fans only like a character because s/he is handsome, but let's leave that part. If you remember a story only because of handsome characters, it might not be a good story anyway. or you are just inattentive.

Plot decides what characters do. Plot decides how the story/premise is executed.

Harry Potter fandom, for example, (may) like Hermione because she's a strong young lady, smart, not afraid to be herself, etc etc. How do you show and tell that Hermione is strong and smart? Through story. Which is constructed by plot.

I can write Selena as an equally strong and smart girl in her profile. Gosh, will not she look great? But if I execute it poorly, she could end like Bella Swan.



exile_kid: (Default)
2012-10-07 02:00 pm

I want to write things but I cannot find relevant story or place (yet)

Mostly Unnamed World AU stories. Sometimes I have ideas about their daily life, but never find any chance to implement them in the real story. Heck I don't even have any real story ww






Cliff ingat saat pertama kali mereka bermain sewaktu kecil.

Dia dengan tidak sengaja menyabetkan pedang mainan dengan keras ke kepala dimitri. Hati Cliff sudah berdegup kencang saat gerakan Dimitri terhenti, kepala tertahan dalam posisi tertunduk. "Shit. Dia bakal nangis. Dia bakal nangis---"

Saat Cliff hendak menjulurkan tangan dan meminta maaf, tiba-tiba serangan balasan mendarat di lengannya.

"Sakit, tahu." Dimitri menggerutu sambil membetulkan letak kacamatanya.

Tidak ada tangis sama sekali -- Dimitri kemudian hanya melangkah pergi untuk mengobati bengkak yang mulai muncul.

Saat Andrei tewas sekalipun, Dimitri hanya berduka dalam diam. Situasi yang mengikuti kematian Andrei juga memaksanya untuk terus bekerja. Bisik-bisik yang menuduh Dimitri tidak berperasaan lebih menyinggung Cliff daripada Dimitri sendiri. 

Sebagai sahabatnya, Cliff ingin menyangkal semua itu.

Tetapi karena dia sahabatnya, Cliff tahu lebih baik dia juga diam. Karena diam dan bekerja adalah cara Dimitri menguatkan diri sendiri dan juga orang terdekatnya.

Karena itu senyum pahit Dimitri saat menyapa Cliff di pemakaman Nadia dan Alexei kecil menyesakkan hati semua orang. Ada finalitas dalam senyumnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.






Eizeln tidak mengerti, apa sih yang Etta lihat dari Arthur?

Penampilan? Biasa saja.

Sifat? Cih.

Nilai tinggi di Akademi? Tidak ada artinya. Kalau tidak karena dibantu Selena, Eiz sudah hampir menghabisinya waktu itu.

Kemampuan sosial? Seekor kelinci pemalu punya lebih banyak teman daripada dia.

Henrietta tertawa kecil saat ditanyai, lalu berkata, "Ternyata memang benar, dua kutub yang sama akan saling menolak."

"Apa--- Maksudmu kami berdua mirip?"






Read more... )






Read more... )






Read more... )





Pasti dia sudah sering melihat tubuh telanjang. )







Selena dan Cello suka makan. Siapa yang tidak suka? Bahkan para pertapa yang berpuasa puluhan tahun pun tidak akan menolak makan kalau situasi memungkinkan.
Read more... )




Cello berjanji akan melindunginya, tetapi dia tidak melakukannya.

Sebaliknya Cello-lah yang selalu dilindungi. Dia melewati peperangan ini dengan menatap punggung Selena, berjalan mengikutinya dari belakang.

Lalu lebih banyak orang datang di antara Cello dan Selena. Di antara punggung Selena dan dirinya makin banyak orang.

Cello ingin membenci mereka. Dia ingin membenci Minka dan Cassandra yang mulai mengambil tawa dari Selena. Dia ingin membenci Arthur dan Eizeln yang mengambil tempatnya di medan tempur.

Dia ingin menarik Selena dari orang-orang itu.

Dirinya adalah bagian dari diri Selena; sudah sepantasnya dia mendapat tempat yang spesial di sisi Selena.

Namun melihat Selena yang kembali diisi tawa dan kehidupan juga membuat Cello senang. Dulu dia sering memergoki Selena menatap ke kejauhan, tenggelam dalam pikirannya. Dia tidak pernah bercerita apapun, tapi Cello tahu. Cello bisa ikut merasakan rasa frustrasi Selena.






Arthur tahu kalau kekuatan fisik Selena termasuk di atas rata-rata untuk wanita, tapi dia tidak tahu pukulannya akan sesakit ini. Selena, melihat kekagetan bercampur rasa sakit di wajah Arthur, menyeringai puas. "Tamengku beratnya 10 kilo lebih, brengsek. Pikir dua kali sebelum menantangku dengan tangan kosong."

Arthur tidak memegang prinsip ala ksatria, tapi dia merasa segan untuk membalas. Sambil mengelap darah di bibirnya, dia melirik ke tepi ruangan. Orang-orang sudah berhenti bersorak, sama kagetnya dengan Arthur karena Selena tidak menahan tinjunya.

"Sudah puas?" tanya Arthur, berusaha kalem, meredam amarah yang sudah naik ke tenggorokannya.

Seringai Selena langsung lenyap. Dia melemparkan tinju lagi ke arah Arthur, tapi gerakannya terlalu kasar dan mudah dibaca sehingga Arthur sempat membungkuk untuk menghindar. Selena sudah keburu masuk jangkauan tangan Arthur, tidak keburu mundur sebelum Arthur melayangkan tinjunya. Arthur bisa merasakan gemeretak di tinjunya, entah dari buku-buku jarinya atau rahang Selena. Terdengar pekikan dari arah penonton. Mereka mulai berseru satu sama lain, meminta seseorang untuk melerai mereka. Bahkan Eizeln yang tadinya diam menonton ikut ketakutan, menarik-narik lengan Minka.

Berikutnya Selena dan Arthur sudah tidak memperhitungkan gerakan masing-masing, hanya ingin saling memukul yang lain. Mereka terus saling dorong sampai tidak memperhatikan ada tembok di jalan mereka. Bahkan setelah menabrak tembok dengan suara DUAGGGH yang keras dan terjatuh ke lantai, keduanya masih berusaha mendaratkan kepalan ke lawannya.

"Oke, oke! Cukup!" Machs langsung menarik Selena dan Arthur sebelum mereka sempat bertukar tinju lagi. Lebam di wajah mereka mulai muncul. Jahitan di dahi Arthur kembali terbuka, begitu pula luka di perut Selena. Machs dengan susah payah menyeret mereka keluar dari dojo. "Kalian. Pergi ke klinik. Sekarang!"






"Kalau dibagi, angka di atas dan di bawah jadi terbalik. Kayak gini. Sudah mengerti?"

"...Kapan aku bisa belajar sihir?"

Yasuki menghela nafas. Dia tidak benci anak kecil, tapi ternyata mengajar mereka lebih sulit daripada yang dia duga. "Di Midheimr, matematika sudah jadi syarat masuk Akademi, lho," jelas Yasuki, berusaha sabar.

"Apa hubungannya, coba?" keluh Natsuno, mencoret-coret tepian buku latihan matematikanya. Saat Yasu ingin mencegahnya mencoret-coret lebih lanjut, Natsuno mendorong tangan Yasu dan melemparkan tatapan galak. "Selena, tidak bisakah aku langsung belajar sihir darimu?" Natsuno menoleh ke Selena.

Selena terkekeh. "Tidak bisa, mamamu sudah membuat perjanjian dengan kami. Tidak ada praktek sebelum kamu bisa mengerjakan pecahan."

Natsuno menggerutu ke bukunya. "Kalian ini lebih reseh daripada orangtua betulan."








R15, a bit of crack )






Awalnya Bellatrix mengira dia jatuh cinta dengan dansa. )

_____________________________________

Makanan di meja dapur mengepulkan asap dan aroma. Baunya membuat mulut Selena berair. )
exile_kid: (Default)
2012-09-30 10:32 pm
Entry tags:

[Unfinished] Prologue: Someone Else's Story

------

Orang-orang mengatakan kalau dunia ini jahat.

Mereka benar.

Orang lain mengatakan kalau dunia ini baik.

Mereka juga benar.

Tapi tidak ada yang mengatakan kalau dunia ini sangat besar.

Mungkin karena itu mereka membalikkan punggung dengan cepat, tidak ingin membuang waktu dengan perpisahan.

Dari kaca jendela kapal, kulihat mereka tetap tersenyum dan memandang ke depan. Tidak ada sisa-sisa bayangan diriku yang kecil di mata mereka.

Aku hanya bisa menatap punggung mereka dengan sedih. Sudah rindu menjadi bagian dari lingkaran kecil mereka yang selalu antusias. Apakah ada orang lain yang menggantikan diriku di saat mereka saling berbagi cerita di depan perapian? 

------

exile_kid: (Default)
2012-08-13 08:10 pm

Lunel Chronica RPM dump entry

 Chara's favorite foods for healing/useable items: NO CHEESECAKE

Related: Adje's OCs's favorite food/drinks

Lucan: Milchreis, Karen: apple charlotte, Alfonso: paella
Adry: Waffle & butter pudding, Eclair: lemon meringue pie
Luise: eggplant, Ein: lucan's tears mushroom soup
Joy: Steak, Pepe: carrot